Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

Setelah proses Pre-Installasi kita lakukan semua dengan baik dan lancar maka tahap berikutnya adalah tahap Installasi Software Oracle Database Server.

http://thinkxfree.wordpress.com/2011/05/27/step-by-step-installasi-oracle-database-server-10g-for-linux-bagian-2-oracle-pre-installation/

Pertama : Login ke Oracle Enterprise Linux kita sebagai oracle user. Lalu buka Console Terminal dan masuk sebagai Super User / Root :

su –

[ lalu masukkan password Super User ].
Setelah Login sukses kita jalankan command ini :
xhost +

Selanjutnya buka Console Terminal baru dan masuk / login sebagai Oracle User ( karena installasi Oracle Database Server tidak di perkenankan di Install pada mode Root atau Super User ),  kemudian masuk ke folder Installer Oracle 10g for Linux kita :

cd /bhi/installer

Lalu mulai Installasi Oracle 10g for Linux dengan perintah :

./runInstaller

Selanjutnya kita mulai jalankan Oracle Universal Installer (OUI) seperti tampilan di bawah ini :

Kedua : Selanjutnya kita pilih Mode Installasi “Advanced Installation”.

Ketiga : Selanjutnya kita menentukan installasi folder / directory Inventory.

Keempat : Selanjutnya kita menentukan jenis Installasi Oracle kita, apakah Enterprise Edition, Standart Edition, atau Custom. Pastikan sesuai dengan License Oracle yang kita miliki. Pada tutorial installasi sebelumnya sudah kita gunakan Enterprise Edition maka kali ini installasi Oracle Standart Edition.

Kelima : Selanjutnya kita menentukan folder Installasi Oracle Software seperti dibawah ini ( pada folder yang telah kita siapkan di tahap sebelumnya ).

Keenam : Selanjutnya proses Requisite Checks yang akan melakukan pengecekan apakah persyaratan yang dibutuhkan sudah terpenuhi ataukah belum. Diantaranya adalah Memory, Free Space, IP Address, OS, Swap File / Swap Partition, paket / library yang dibutuhkan, dll. Pastikan mengunakan memory > 700 MB atau setidaknya 1 GB serta pastikan mengunakan IP Address yang Static / jangan gunakan IP Dynamic / DHCP.

Ketujuh : Selanjutnya kita menentukan Opsi Konfigurasi, kali ini kita install Database Software ONLY dan untuk Create Database Instance selanjutnya akan kita buat mengunakan DBCA ( Database Configuration Assistent ).

Kedelapan : Selanjutnya OUI akan menampilkan Summary atau rangkuman data dari konfigurasi yang telah kita setting. Kita dapat menyimpan dengan Copy Paste ke file teks ( jika di butuhkan aja sich... ).

Kesembilan : Selanjutnya, begitu kita klik menu Install maka OUI akan memulai proses installasi dan tunggu hingga proses selesai 100%.

Kesepuluh : Pada akhir proses installasi akan muncul info dan link file SCRIPT untuk di jalankan pada mode ROOT User / Super User.

Kesebelas : Copy lokasi file tersebut atau kita bisa langsung menjalankan SCRIPT tersebut seperti gambar di bawah ini :

/bhi/app/oraInventory/orainstRoot.sh

Keduabelas : Jalankan juga SCRIPT yang berikutnya seperti gambar dibawah ini :

/bhi/app/oracle/product/10.2.0/db_1/root.sh

Ketigabelas : Setelah proses menjalankan kedua SCRIPT selesai maka selanjutnya di OUI kita klik OK ( lihat gambar capture tahap 10 ), maka selanjutnya proses installasi Oracle Software kita telah selesai 100%. Dan akan di tampilkan informasi berupa link akses isqlplus yang dapat di akses melalui webbrowser http://oradb1:5560/isqlplus.

Oke… sampai disini installasi Oracle Software telah selesai dan tahap selanjutnya adalah membuat Database Instance yang akan kita bahas pada artikel selanjutnya… Semoga artikel saya ini bermanfaat bagi rekan-rekan semua…

Salam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s