Clustering Server on Phisical Server ( OS Level ), Clustering Server on Virtual Server ( OS Level ) and Clustering Server on HyperVisor Server ( Machine Level ) – Concept by Nathan Gusti Ryan

Posted: July 3, 2013 in Artikel IT, Tips & Trik, Artikel Nathan Gusti Ryan, Datacenter, Linux, MS Hyper-V, Operating System, Posting Kang N4th4n, Storage, Storage Solution, Tips & Triks Windows Server, Virtualisasi, VMWare ESX, VMWare vCenter, VMWare VMotion, VMWare vSphere, Windows
Tags:

XPS-Virtualisasi

 

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

Artikel ini saya buat untuk lebih melengkapi artikel sebelumnya, khususnya mengenai Clustering Server dan Disaster Recovery.

http://thinkxfree.wordpress.com/2010/02/09/panduan-disaster-recovery-plan-drp/

http://thinkxfree.wordpress.com/2010/03/15/konsep-dan-teknis-clustering-server-bag-1/

Tujuan dari CLUSTERING SERVER SYSTEM atau CLUSTERED SERVER atau PARALEL SERVER adalah untuk membangun Server System dengan cara Paralel yang gabungan server-server ini akan membentuk sebuah Server yang sangat kuat / Powerfull untuk membentuk satu kesatuan dan menciptakan System yang High Availability maupun Zero Downtime Server System. Secara simple-nya kalo menurut “saya” adalah bahwa Clustering Server itu merupakan miniatur daripada sebuah MAINFRAME. Yang mana sejumlah server Low End digabungkan menjadi satu system yang handal dan tangguh serta saling mendukung.

Kalo pada Clustered Server ( baik “AKTIF-AKTIF SERVER” maupun “AKTIF-PASIF SERVER“, jika salah satu server / machine mengalami DOWN maka saat itu juga machine / server yang lain. Kalo vMotion butuh waktu untuk Running Up OS, sehingga Zero Downtime lebih terjamin dari Clustered Server.

Satu hal lagi, terus terang saja saya lebih interest dengan Clustering di Level OS ataupun Clustering di Level Applikasi ( termasuk Clustering di Level Database Server ) daripada Clustering di Level HyperVisor. Kenapa?

Karena Clustering di Level HyperVisor pada realitanya masih bergantung pada HARDWARE COMPATIBILITY. Pada beberapa real implementasi mengunakan BLADE SERVER, suatu hari jika kita melakukan Migrasi Hardware atau Upgrading Hardware sangat sensitif. Kita harus benar-benar memilih hardware yang FULL COMPATIBLE jika ingin Clustered Server kita Running Well.

Beda kan kalo kita membangun Clustering Server pada OS dan APPS yang berjalan di virtualisasi. Konsep ini menurut saya paling perfect. Kenapa?

  • Karena tidak bergantung pada hardware alias tidak ada issu “Hardware Problem”, sebab kita bangun Clustered Server ini pada Virtual Machine.
  • Karena tidak bergantung pada hardware alias tidak ada issu “Hardware Compatibility”, sebab kita bangun Clustered Server bukan di Level Hypervisor.

Jadi dari penjelasan ini terlihat jelas ada 3 Level Clustering Server :

1. Clustered Server di Level OS & APPS pada Hardware non Virtual ( Classic Clustered Server ).

2. Clustered Server di Level HyperVisor with Virtual Machine ( VMWare Cluster Server with DRS ).

3. Clustered Server di Level OS & APPS on Virtual Machine Virtual ( Clustered Server on Virtualization).

Untuk lebih jelasnya, perhatikan beberapa contoh desain saya dibawah ini :

1. Berikut ini adalah Basic Concept Clustering Server, alias Clustering On Phisical Server yang mana secara convensional ada 2 buah server atau lebih dan sebuah External Storage yang berfungsi untuk Shared Storage. Umumnya mengunakan SAN ( FO ) ataupun NAS ( Ethernet ).

001-Clustered-Server-On-Phisical--by-Nathan-Gusti_Ryan2. Berikut ini adalah Clustering Server on Virtualization, alias Clustering On Virtual Server yang mana secara convensional ada 2 buah atau lebih machine server yang kita install HyperVisor atau vSphere dan sebuah External Storage yang berfungsi untuk Shared Storage. Umumnya mengunakan SAN ( FO ) ataupun NAS ( Ethernet ). Namun jika anda mau Low Cost untuk NAS ini dapat mengunakan FreeNAS, NAS4Free, OpenFiler, dll.

External Storage ini kita konfigurasi sebagai DataStore yang bisa diakses secara bersamaan oleh 2 buah atau lebih machine server yang kita install HyperVisor atau vSphere. Virtual Machine yang kita buat akan kita tempatkan pada DataStore External Storage ini sehingga VM bisa di running oleh semua ESX / vSphere Server dengan mudah bahkan jika salah satu ESX / vSphere Server mengalami DOWN maka VM tersebut akan di Running  ESX / vSphere Server yang lain.

002-Clustered-Server-On-Virtual-vSphere--by-Nathan-Gusti_Ryan

3. Berikut ini adalah Clustering Server on Virtualization using 1 unit Phisical Server yang mana ada 1 buah machine server yang kita install HyperVisor atau vSphere dan sebuah External Storage yang berfungsi untuk Shared Storage atau External Storage ini kita bangun dari vHarddisk di vSphere itu sendiri ataupun kita bangun sebuah VM yang berfungsi sebagai External Storage mengunakan FreeNAS, NAS4Free, OpenFiler, dll.

003-Clustered-Server-On-Virtual-vSphere-using-1-machine--by-Nathan-Gusti_Ryan

4. Clustering Server on Virtualization, alias Clustering On Virtual Server with Diskless on VMWare ESX / vSphere Server. Nah konsep yang inilah yang selalu saya referensikan pada semua  Customer XP Solution dalam membangun Cloud Server System-nya. Kenapa dan bagaimana caranya?

  • Kita install VMWare ESX / vSphere Server pada masing-masing Server dan target installasi mengunakan Flashdisk. ( Keuntungannya adalah harddisk tidak diperlukan untuk kebutuhan kernel. Harddisk External Storage bisa di utilisasi lebih maksimal lagi daripada cuman menjadi Local Disk saja. Kernel Upgrading tidak akan menimbulkan isu problem pada Local Datastore ).
  • Semua harddisk pada Server vSphere dipindahkan ke Storage Server. ( Keuntungannya adalah kapasitas Storage kita menjadi lebih besar untuk fungsional Shared Storage ).
  • Memfungsikan Flashdisk sebagai media untuk installasi OS / Kernel memudahkan kita untuk Upgrading maupun Clonning Flashdisk.

004-Clustered-Server-On-Virtual-vSphere-using-3-machine-One-machine-as-NAS--by-Nathan-Gusti_Ryan

5. Dari segala macam teknis dan mekanisme Clustering Server ataupun Mirroring Server untuk membangun Replication Server, Goal Point-nya adalah Disaster Recovery & High Availability Server System. Jika saya simpulkan secara bertingkat sesuai kapasitas dan nilai investasi adalah sebagaimana gambar dibawah berikut ini :

006-Disaster-Recovery-Plan-Global-Concept---by-Nathan-Gusti_Ryan

 

Pesan sponsor yang terakhir adalah bahwa “SEMAKIN TINGGI PROTEKSI DRC YANG DIINGINKAN MAKA SEMAKIN BESAR JUGA INVESTASI ATAU BUGDET YANG DIBUTUHKAN”

Istilah bahasa Jawa-nya adalah “WANI PIRO???”

Tapi jika perusahaan anda tidak mau melakukan investasi untuk DRC Server System-nya, maka pesan yang tepat dengan bahasa Suroboyoan adalah “NUMPAK BECAK SEWU AE NJALUK SLAMET CAK – CAK”.… hahaha…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s