Invitation Free Seminar WD Red-NAS SMB Storage for Virtualization-Surabaya-24 Sept 2014

Image  —  Posted: September 24, 2014 in Artikel IT, Tips & Trik, Event Seminar, GLOBAL INFO, Posting Kang N4th4n, Strategy - IT Solution
Tags:

SPECIAL TRAINING VIRTUALIZATION VMWARE BASIC - ADVANCED - 20-21 September 2014

Image  —  Posted: September 12, 2014 in Artikel Nathan Gusti Ryan, Datacenter, Disaster Recovery & Data Protection, DRC on Virtualization, Edukasi - Training - Workshop, GLOBAL INFO, Posting Kang N4th4n, Server System, Storage on Virtualization, Storage Solution, Strategy - IT Solution, Virtualisasi, VMWare vCenter, VMWare vCenter 5.5, VMWare vSphere, VMWare vSphere 5.5
Tags:

wifi-zone-icon

 

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

 

Berikut ini saya sharing Topologi dan Implementasi RT-Net + KOS-Net BONEX. Sebetulnya metode ini sudah sering saya gunakan namun tidak saya publish atau dijadikan artikel. Namun karena banyak teman-teman yang menanyakan soal ini maka kali ini saya angkat jadi satu artikel. Semoga bermanfaat bagi semuanya…

Tujuan dari artikel ini adalah agar kita bisa memanfaatkan ADSL Modem Wifi yang ingin kita sharing dengan Router Mikrotik ( Virtual ) tanpa perlu menambah Access Point.

1. Lakukan konfigurasi Modem ADSL seperti gambar dibawah ini. Misalnya IP LAN : 192.168.1.1. Jangan lupa matikan DHCP Server dimodem ADSL ini.

Modem-ADSL-Speedy-by-Nathan

( Catatan Khusus : Konfigurasi Modem ADSL sebagai PPPoE seperti ini akan membuat IP Public Dynamic ada di Modem. Namun pada modem saya, dengan konfigurasi ini juga bisa kita buat lagi Dial Up PPPoE di Mikrotik maupun di server kita. Artinya, kita bisa mendapatkan banyak IP Public dari sebuah koneksi langganan Telkom Speedy – 2014. Silahkan coba dan buktikan sendiri ).

2. Selanjutnya kita siapkan sebuah PC / Laptop dengan VMWare Workstation atau VirtualBox. Dan buat sebuah VM Mikrotik serta lakukan konfigurasi seperti gambar dibawah ini.

RT-NET + KOS-NET

3. Untuk kedua interface VM Mikrotik ( WAN & LAN ) bisa mengunakan mode Bridge keduanya ataupun NAT untuk WAN, Bridge untuk LAN. Serta buatlah DHCP Server di Mikrotik ini.

4. Selamat mencoba…

 

NOTE :

Spek PC untuk Virtualiasi harus proporsional alias “GAK BISA NGAWUR” alias bukan asal tancap gas. Tapi harus paham akan resource yang dimiliki dan performance yang bisa diberikan.

Berapa Core Processor, Ram, Hdd yang dimiliki, dan berapa resource VM ( OS, Aplikasi vCPU, vRam, vHdd, vNIC ) mesti yang relevan. Misalnya OS Win2012 ( 1 vCPU, 2GB vRam ) atau CentOS 7 ( 1 vCPU, 2GB vRam ) dijamin bakalan megap-megap. Kalo OS Win2003 ( 2 vCPU, 1GB vRam ) atau CentOS 6 ( 2 vCPU, 2GB vRam ) ini udah lumayan maknyus…

( Jangan lupa, jaga performance Host. Alokasi resource untuk OS Host juga harus relevan. Misalnya untuk Host OS Win7 alokasikan Ram 2 GB maka performance Host dan VM bakalan sinergi alias match alias lancar jaya ).

PAHAMI dan CATAT bahwa untuk implementasi Skala kecil, dapat mengunakan VMWare Workstation. Untuk skala menengah – besar, pake VMWare vSphere.

Jasa-Implementasi-Virtualisasi-Server

 

Dari sekian banyak success story implementasi Virtualisasi Server yang ditangani oleh XP Solution, baik berupa : New Implementation, Migration, Re-Implementation, Disaster Recovery Deployment, dll. Memantapkan posisi XP Solution sebagai Implementator Virtualisasi Server di Indonesia…

Image  —  Posted: September 8, 2014 in Artikel Nathan Gusti Ryan, GLOBAL INFO, Posting Kang N4th4n, Strategy - IT Solution, Virtualisasi, VMWare vCenter 5.5, VMWare vSphere 5.5
Tags:

Record Talk Show at SALMA RADIO 103.3 FM

“Pemanfaatan Teknologi Virtualisasi Untuk Hosting”

Minggu 24 Agustus 2014.

Bersama Kang Suro Demit dan Nathan Gusti Ryan.

Pemanfaatan Teknologi Virtualisasi Untuk Hosting - 24 Agustus 2014https://soundcloud.com/suro-dhemit/nathan-gusti-ryan-pemanfaatan-tekhnologi-virtualisasi-untuk-hosting-klaten-online-24agustus2014

 

Record Talk Show at SALMA RADIO 103.3 FM

“Membangun Server Hosting Dengan Open Source”

Minggu 17 Agustus 2014.

Bersama Kang Suro Demit dan Nathan Gusti Ryan.

Membangun Server Hosting Dengan Open Source - Minggu 17 Agustus 2014

https://soundcloud.com/suro-dhemit/bersama-nathan-gusti-ryan-talkshow-klaten-online-membangun-server-hosting-dg-open-source-17agustus2014

XPS-StarWind-NAS

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

 

Setelah kita selesai melakukan installasi dan konfigurasi StarWind NAS seperti pada tutorial ini :

http://thinkxfree.wordpress.com/2014/08/14/step-by-step-starwind-installation-build-starwind-nas-by-your-self-with-windows-server-2008-2012/

Maka selanjutnya kita akan melakukan Konfigurasi Client untuk akses StarWind NAS tersebut. Kali ini penulis akan mengunakan Client dengan OS Windows 7 dan mengunakan VMWare vSphere pada artikel berikutnya. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

iSCSI-Initiator-Windows-001

 

Read the rest of this entry »

XPS-StarWind-NAS

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

 

Setelah sekian banyak mengangkat artikel membangun NAS dengan FreeNAS, NAS4Free, Windows Server 2008 iSCSI Target, kali ini penulis angkat artikel dengan mengunakan produk StarWind + Win2008 or Win2012. Kita bisa membangun StarWind NAS di Bare Metal maupun di Virtual. Penulis sudah cukup banyak berpengalaman membangun NAS pada kedua platform ini ( P & V ). Jadi yang perlu diperhatikan disini adalah “Tips and Trick”-nya. Tentunya membuat resep masakan yang benar-benar sedap dan lezat ini butuh waktu dan pengalaman yang cukup memadai. Sehingga hasilnya “Bukan asal masakan yang bisa dimakan doang, tapi memiliki cita rasa dan kelezatan yang mak nyus uenak tenan gitu”… hahaha…

Ok, langsung saja kita persiapkan bahan-bahan yang akan kita masak :

  1. Sebuah Server denganProcessor minimal Dual Core ( sebaiknya Quad Core atau yang lebih tinggi ).
  2. Memory Server minimal 8 GB ( sebaiknya 16 GB / 32 GB ).
  3. Sebuah harddisk untuk OS minimal 300 GB ( sebaiknya di Mirror atau RAID 1 ).
  4. Sebuah harddisk untuk NAS minimal 1 TB ( sebaiknya di Mirror atau RAID 1 boleh juga di RAID 5 ).
  5. Sebuah ethernet / NIC 1G, kalau ada sich pake 10G.
  6. Sebuah UPS diperlukan agar NAS Server kita dapat terjaga Power Source-nya.

Sebelum kita lanjutkan pada proses Installasi, coba kita renungkan dulu “Apa sich yang akan kita dapatkan dari pembuatan NAS sendiri ini?“.

Sekarang kita bayangkan, berapa harga sebuah produk NAS yang sudah jadi? Paling jelek dan paling murah harganya masih di atas 50 juta rupiah ( Rackmounted branded NAS ). Kalau harga produk NAS yang standart corporate itu harganya 100 juta rupiah. Sedangkan harga sebuah server yang sudah support Dual / redundant Power Supply Unit ( PSU ), dan sudah support RAID 5 itu harganya sekitar 30 juta rupiah. So… kalo harga NAS standart-nya itu 100 juta rupiah dan kita bisa bangun NAS sendiri dengan server seharga 30 juta rupiah, maka kita bisa menghemat budget hingga 70%.

Read the rest of this entry »

XPS-Ubuntu-Squid-Logo

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

SQUID PROXY SERVER adalah salah satu Proxy yang berfungsi untuk melakukan caching atau penyimpanan sementara akses internet oleh suatu client / user sehingga konten ini dapat dipergunakan oleh user lain sehingga dengan adanya caching ini user lain tersebut akan merasakan akses internet menjadi lebih cepat. ( Ya iya lah, lha wong sebagaian konten dari Webpage tersebut sudah ada dalam storage penyimpanan Proxy Server ini ).

Pada tutorial kali ini konsep desain atau topologi-nya adalah sebagai berikut :

  1. OS yang kita gunakan sebagai Proxy Server kali ini adalah Ubuntu Desktop 14.04.
  2. IP Address Ubuntu Proxy Server adalah 192.168.10.10. Proxy Server ini mendapatkan akses internet secara langsung dari Router atau Modem ADSL Router dengan IP Address : 192.168.10.1.
  3. Proxy Server ini berfungsi secara independen tanpa ada campur tangan dari Router Mikrotik ataupun Router lain. Pokoknya Proxy Server ini mendapatkan akses internet dari mana saja, termasuk apabila mengunakan Modem 3G atau ADSL secara langsung pada PC / Proxy Server ini.
  4. PC Client mendapatkan akses internet secara Direct dari Proxy Server tanpa perantara lain ataupun intervensi dari Router, Mikrotik, dll.

Perhatikan Topologi / gambar dibawah ini :

Layout-Desain-Network-Mikrotik-Router-With-Ubuntu-14.04-Proxy-Squid3-(Option-1)

 

Read the rest of this entry »

XPS-vCenter-5.5-Logo

 

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

VMWare vCenter adalah sebuah Server yang berfungsi untuk mengontrol, me-manage, serta melakukan berbagai konfigurasi pada sejumlah Host vSphere Server. Jika punya 5 buah Host vSphere Server, maka pastinya untuk me-remote kelima vSphere tersebut kita harus membuka 5 vSphere Client. Ribet bukan? Nah… jika kita mengunakan vCenter, maka kita tidak perlu lagi membuka 5 vSphere Client untuk me-remote kelima vSphere Server tersebut. Cukup kita me-remote ke vCenter dan selanjutnya kita dengan me-remote kelima vSphere Server tersebut via vCenter ini.

Fungsi dari vCenter itu sendiri cukup banyak, diantaranya untuk pengaturan DataCenter, Clustering vSphere, dll. Baca artikel dibawah ini selengkapnya :

http://thinkxfree.wordpress.com/2013/07/03/vmware-vcenter-5-for-vmware-cluster-drs/

Berikut ini adalah tutorial Step by Step Installasi VMWare vCenter Appliance 5.5, yang merupakan kelanjutan artikel sebelumnya yang dapat anda lihat pada link tutorial installasi VMWare vCenter 4.1 di bawah ini :

http://thinkxfree.wordpress.com/2011/11/13/step-by-step-installasi-vmware-vcenter-server-4-1/

Sedangkan tutorial installasi VMWare vSphere / VMWare ESX 5, dapat dilihat pada artikel dibawah ini :

http://thinkxfree.wordpress.com/2014/04/29/step-by-step-installasi-vmware-vsphere-5-5/
http://thinkxfree.wordpress.com/2011/11/08/step-by-step-installasi-vmware-esx-5

Sedangkan di bawah ini adalah link tutorial installasi VMWare ESX 4 :

http://thinkxfree.wordpress.com/2011/03/09/step-by-step-installasi-virtualisasi-server-vmware-esxi-4

Hardware yang dibutuhkan untuk installasi vCenter 5.5, pastikan Server / PC Server kita memenuhi requirement berikut ini :

  1. Processor minimal Dual Core 64bit. Sebaiknya mengunakan Intel i3 / i5 / i7, dll.
  2. Memory minimal 6 GB. Sebaiknya memory yang lebih besar, misalnya 8 GB / 12 GB / 16 GB , dll.
  3. Free Space Harddisk minimal 80 GB. Sebaiknya lebih besar lebih baik, misalnya 200 GB / 300 GB.
  4. Lebih di rekomendasikan PC Server atau VM yang terpisah dengan Host vSphere yang di Manage oleh vCenter ini.
  5. Ethernet 1 Gbps, kalau ada sebaiknya disediakan minimal 2 Ethernet sebagai redundancy atau failover.

Read the rest of this entry »