XPS-Windows-2012-Logo

 

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

 Setelah kita selesai melakukan installasi OS Windows Server 2012, seperti artikel sebelumnya :

Step by step Installasi Windows Server 2012 dan Active Directory atau Domain Controller Server ( Bagian 1 – OS Installation )

Maka selanjutnya dalam tutorial ini kita akan melakukan konfigurasi Windows Server 2012 ini menjadi Active Directory Server atau Domain Controller Server.

Apa sih fungsi dari Active Directory / Domain Controller Server ini?
Yaitu untuk melakukan Centralize User Authentication & Centralize Resource Network.
 
Dan contoh simplenya ini seperti apa?

Okey, sekarang coba amati System Komputerisasi yang ada di sekitar kita, misalnya dalam jaringan LAN kita. Jika kita tidak mengunakan  Active Directory Server atau Domain Controller Server maka kita akan mengunakan Workgroup. Pada jaringan Workgroup memang semua komputer dalam jaringan LAN bisa saling berkomunikasi dan bisa saling sharing namun masing-masing komputer ini independent alias berdiri sendiri-sendiri. Kalau mau mengakses Printer Sharing atau Folder Sharing pasti harus melakukan konfigurasi Authentikasi satu per-satu. Karena Account dan Password masing-masing komputer hanya terpasang pada satu komputer itu saja.

So, kalau mau mengunakan komputer lain dalam jaringan LAN maka harus mengunakan account yang ada di komputer tersebut atau mesti dibuatkan account lebih dulu. Iya kan???

Ribet tahu….!!!

Hal ini berbeda dengan jaringan LAN yang mengunakan Active Directory Server atau Domain Controller Server. Account setiap User cukup di buat 1 saja di AD / DC Server, selanjutnya dia bisa Login pada komputer manapun ( yang sudah diberikan hak akses ), mengakses File Server dengan mudah, File Departemen atau perbagian-nya dengan mudah, dapat mengakses Resource Network yang lain dengan mudah ( misalnya Printer Server / Printer Sharing, Shared Scanner, maupun resource yang lain. Bahkan bisa diintegrasi dengan Email Account dengan MS Exchange Server , MS Share Point Server, IIS Intranet WebServer, Database MS SQL Server maupun Aplikasi ERP, dll dengan mudah bila diintegrasi Account AD / DC Server ini sebagai Single Sign On ( SSO ).

Okey… Pemanasan tadi kita lanjutkan dengan Contoh Desain Layout implementasi AD / DC Server di bawah ini :

XPS-Server-Design-(AD-Windows-Server-Concept)-Resize

How to implementing Active Directory / Domain Controller Server?

Anda penasaran…???? ( Sama…! Saya juga…! ).

Persiapan awal yang harus dipahami adalah requirement atau Spesifikasi Server / VM yang dibutuhkan untuk installasi Active Directory Windows server 2012 adalah :

  1. CPU atau vCPU minimal 1 Core 1,6 Ghz. Sebaiknya disediakan 2 Core Processor.
  2. Memory atau vRAM minimal 2 GB untuk Windows Server-nya saja. Sebaiknya disediakan 4 GB agar fungsi AD DS untuk bisa lancar.
  3. Harddisk atau vHDD minimal 100 GB untuk installasi OS Windows Server-nya saja. Sebaiknya disediakan > 200 GB.
  4. Ethernet / NIC atau vNIC disediakan sebuah ethernet 1 Gbps ataupun lebih dari 1 ethernet.

Read the rest of this entry »

XPS-Windows-2012-Logo

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

 

Berikut ini adalah Step by step Installasi Windows Server 2012 yang mana artikel ini akan terdiri dari beberapa bagian. Yaitu :

1. Step by step Installasi Windows Server 2012 dan Active Directory atau Domain Controller Server ( Bagian 1 – OS Installation ).
 
2. Step by step Installasi Windows Server 2012 dan Active Directory atau Domain Controller Server ( Bagian 2 – AD Directory Services Configuration ).
 
3. Step by step Installasi Windows Server 2012 dan Active Directory atau Domain Controller Server ( Bagian 3 – AD Certificates Services Configuration ).
 
4. Step by step Installasi Windows Server 2012 dan Active Directory atau Domain Controller Server ( Bagian 4 – AD Federation Services Configuration ).
 
5. Step by step Installasi Windows Server 2012 dan Active Directory atau Domain Controller Server ( Bagian 5 – DHCP Configuration ).
 
6. Step by step Installasi Windows Server 2012 dan Active Directory atau Cloneable Domain Controller Server ( Bagian 6 – AD Replication Configuration ).
 
7. Step by step Installasi Windows Server 2012 dan Email Server ( Bagian 7 – Microsoft Exchange Server Configuration ).

Tutorial bagian pertama ini merupakan pondasi daripada tutorial tahap selanjutnya sehingga keseluruhan Step by step Installasi Windows Server 2012  ini akan menjadi suatu implementasi Windows Server System yang terintegrasi pada suatu perusahaan.

Banyak orang tahu apa itu Windows Server karena bukanlah nama Operating System yang baru, namun sebenarnya tidak banyak yang tahu apa pengunaan dan penerapan pada Server di perusahaan serta bagaimana implementasi-nya ( how to start & how to manage it ). Banyak perusahaan memiliki License Windows Server, namun tidak semua dari mereka ini yang mengunakan Active Directory / Domain Controller Server untuk Implementasi Centralize User Management & Centralize Resource Network.

Persiapan awal yang harus dipahami adalah requirement atau Spesifikasi Server / VM yang dibutuhkan untuk installasi Replikasi Active Directory Windows server 2012 adalah :

  1. CPU atau vCPU minimal 1 Core 1,6 Ghz. Sebaiknya disediakan 2 Core Processor.
  2. Memory atau vRAM minimal 3 GB. Sebaiknya disediakan 4 GB agar fungsi AD DS untuk bisa lancar.
  3. Harddisk atau vHDD minimal 100 GB untuk installasi OS Windows Server-nya saja. Sebaiknya disediakan > 200 GB.
  4. Ethernet / NIC atau vNIC disediakan sebuah ethernet 1 Gbps ataupun lebih dari 1 ethernet.

Sebagai pengantar materi lebih lanjut, ada baiknya kita menyimak statement saya ini :

“Mengapa ada OS Windows Server dan ada Windows untuk Desktop? “
Karena memang ada hal yang khusus diciptakan pada OS dengan Kernel Server karena tujuan utamanya adalah OS untuk server membutuhkan kestabilan tinggi sebagai Dedicated Server 1 x 24 jam x 365 hari”.
 
Kalo di OS Windows Desktop ( XP ato 7 ato 8 ), bisa diinstall aplikasi server kan? Misalnya untuk Database Server Oracle, Database Microsoft SQL Server, dll. Pernah anda mengalami pada Database Server yang mengunakan OS Desktop itu jika digunakan sebagai Production Server, kadang-kadang ada problem atau ada mengalami hang atau ada-ada saja kendalanya. Entah dalam seminggu sekali atau 2 minggu sekali perlu di restart OS Windows-nya.
 
OS Desktop tidak akan tahan dalam 1 bulan sebagai Dedicated Server yang nonstop seperti OS Windows Server. Kalau hanya sekedar Trial atau Simulasi, hal ini tidak kelihatan karena rentang waktu yang pendek dan proses pengolahan data yang relatif kecil.
 
Tapi bagi anda yang pernah real implementasi, pasti merasakan hal ini… Jadi kalo saya beri komentar pada OS Windows Desktop yang dijadikan Server, istilah halusnya : “OS Desktop koq dipaksa jadi Server? Alias Numpak becak sewu ae koq njaluk slamet? Sing numpak pesawat harga jutaan aja bisa gak selamat koq…!!!”. Huahahaha...

Read the rest of this entry »

Proxmox-Logo-XPS

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

Setelah memahami konsep dari ProxMox 3.2 dan sudah melakukan installasi seperti pada tutorial sebelumnya ini :

http://thinkxfree.wordpress.com/2014/03/15/step-by-step-installasi-proxmox-3-2-untuk-membuat-virtualisasi-server/

Lalu berlanjut dengan artikel Installasi Mikrotik PC Router x86 pada ProxMox yang saya bilang dengan sebutan vMikrotik alias Virtual Mikrotik. Seperti artikel dibawah ini :

http://thinkxfree.wordpress.com/2014/03/15/step-by-step-installasi-mikrotik-router-x86-pada-proxmox-3-2-virtual-server/

Pada artikel ini kita akan Linux Ubuntu Server pada ProxMox 3.2 Virtual Server. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Siapkan bahan baku alias materialnya yang dapat kita download dari link di bawah ini atau dari warung sebelah rumah anda :

http://www.ubuntu.com/download/server

2. Pada menu utama ProxMox, klik menu Create VM.

Install-ProxMox-3.2-051 Read the rest of this entry »

Proxmox-Logo-XPS

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

Setelah memahami konsep dari ProxMox 3.2 dan sudah melakukan installasi seperti pada tutorial sebelumnya ini :

http://thinkxfree.wordpress.com/2014/03/15/step-by-step-installasi-proxmox-3-2-untuk-membuat-virtualisasi-server/

Lalu berlanjut dengan artikel Installasi Mikrotik PC Router x86 pada ProxMox yang saya bilang dengan sebutan vMikrotik alias Virtual Mikrotik. Seperti artikel dibawah ini :

http://thinkxfree.wordpress.com/2014/03/15/step-by-step-installasi-mikrotik-router-x86-pada-proxmox-3-2-virtual-server/

Pada artikel ini kita akan Linux Ubuntu Server pada ProxMox 3.2 Virtual Server. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Siapkan bahan baku alias materialnya yang dapat kita download dari link di bawah ini atau dari warung sebelah rumah anda :

http://www.ubuntu.com/download/server

2. Pada menu utama ProxMox, klik menu Create VM.

Install-ProxMox-3.2-051 Read the rest of this entry »

Proxmox-Logo-XPS

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

Setelah memahami konsep dari ProxMox 3.2 dan sudah melakukan installasi seperti pada tutorial sebelumnya ini :

http://thinkxfree.wordpress.com/2014/03/15/step-by-step-installasi-proxmox-3-2-untuk-membuat-virtualisasi-server/

Kali ini kita lanjutkan dengan Installasi Mikrotik PC Router x86 pada konteks Virtual. Kalo saya bilang sich vMikrotik. hehehe…

1. Siapkan bahan baku alias material nya yang dapat kita download dari link di bawah ini atau dari warung sebelah rumah anda :

http://www.routeros.co.id/

2. Pada menu utama ProxMox, klik menu Create VM. Lalu isikan / berikan VM ID dan VM Name. Lalu kita klik NEXT.

Install-ProxMox-3.2-031 Read the rest of this entry »

Proxmox-Logo-XPS

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

Proxmox Virtual Environment adalah salah satu dari sekian banyak solusi virtualisasi. Produk kompetitif semacamnya seperti : VMWare vSphere, Oracle VM, OpenStack, dan masih banyak lagi produk lainnya.

Sebelum kita lanjutkan ke tahap Installasi ProxMox, sebaiknya kita pahami dulu Basic Concept atau konsep kerja ProxMox ini. Perhatikan gambar dibawah ini :

Proxmox-Concept-by-XPS

ProxMox ini kita install pada sebuah Server ( server beneran ), atau dapat di install pada PC Server ( server low end ), atau pada PC Setengah Server ( alias PC yang di paksa menjadi Server ), maupun dapat kita install pada VMWare Workstation ( untuk Trial atau Riset alias Oprex’an ).

Read the rest of this entry »

Logo-Wifi-XP-Solution-Mikrotik-HotSpot

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

Berikut ini adalah Step by Step konfigurasi Mikrotik HotSpot dengan User Manager dan Radius Server yang merupakan kelanjutan atau pengembangan dari artikel yang telah saya buat sebelumnya :

Step By Step Konfigurasi Mikrotik HotSpot dengan User Manager (bagian 1)

Keuntungan kita dengan mengunakan User Manager dan Radius Server ini adalah untuk lebih memudahkan kita dalam melakukan Manajemen User HotSpot, baik dalam pembuatan account secara massal ataupun pembuatan Kartu Member HotSpot, pembuatan Profile user, pengaturan bandwith user profile, monitoring user session atau user yang sedang aktif, memantau Log User, pelaporan / accounting / payment, dan lain-lain.

Read the rest of this entry »

xps-mikrotik-hotspot

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

Berikut ini kita akan melakukan konfigurasi Mikrotik HotSpot dengan mengunakan User Manager dan Radius. Keuntungan mengunakan User Manager adalah kemudahan dalam membuat user Hotspot dalam jumlah banyak dengan waktu yang cepat serta dapat dioptimalkan lagi dengan System Ticket.

Konsep konfigurasi yang akan kita lakukan adalah seperti gambar Layout dibawah ini :

layout_desain_mikrotik_hotspot_warnet_cafe

Kali ini kita akan melakukan konfigurasi dengan data sebagai berikut :

IP Modem ADSL / IP Gateway : 192.168.1.1
IP Mikrotik Interface WAN : 192.168.1.23
IP Mikrotik Interface LAN : 192.168.88.1

Read the rest of this entry »

XPS-Mikrotik-AutoUpdate-IP-Public-Port-Forwarding

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

Sebelum kita mulai pembahasan artikel ini lebih lanjut, coba kita renungkan lebih dulu… Jika kita mengunakan IP Public Dynamic ( misalnya mengunakan Speedy atau FirstMedia ), lalu kita gunakan IP Public tersebut untuk berbagai services seperti WebServer, FTP Server, IP PBX Server, RDC / Terminal Server, dan lain-lain. Serta kita mengunakan DynDNS atau ChangeIP untuk mendapatkan Nama SubDomain, maka apabila IP Public yang kita dapatkan berubah maka kita juga harus mengubah Destination-Address pada konfigurasi Mikrotik Firewall NAT kita. Kalo hanya 1-2 NAT aja gak masalah, namun sebaiknya kan kita butuh otomatisasi. Bayangkan saja jika ada 27 NAT Rule yang harus kita setting manual, lalu volume perubahan IP Public cukup sering terjadi, apa gak nyusahin tuh namanya???

So… bagaimana solusinya???

Okey, artikel ini memang kelanjutan dari artikel sebelumnya untuk membuat AutoUpdate IP Public pada DynDNS / ChangeIP :

http://thinkxfree.wordpress.com/2014/01/20/step-by-step-konfigurasi-autoupdate-ip-public-dynamic-dengan-freeddns-pada-mikrotik-router/

Intinya adalah kita akan membuat Otomatisasi alias AutoUpdate pada IP Public Dynamic Port Forwarding dengan Mikrotik. Dengan teknik ini Server kita dapat berfungsi dengan lancar walaupun mengunakan IP Public Dynamic.

So… bagaimana langkah-langkah konfigurasinya???

Read the rest of this entry »

XPS-Mikrotik-FreeDDNS

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

Berikut ini saya sharing Step By Step konfigurasi AutoUpdate IP Public Dynamic dengan FreeDDNS pada Mikrotik Router. Artikel semacam ini sebetulnya sudah banyak dibuat dan di sharing di Mikrotik Wikipedia, namun saya buat artikel ini untuk memudahkan pemahaman dan memudahkan dalam implementasi-nya.

Latar belakang pembuatan artikel ini adalah karena layanan internet dari Provider Telkom Speedy dan Provider First Media di Indonesia, dll hanya memberikan layanan IP Public Dynamic. Sedangkan dengan adanya fasilitas IP Public ini dapat memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk memanfaatkan IP Public tersebut untuk berbagai hal fungsional yang lebih bermanfaat lagi.

Kegunaan atau pemanfaatan IP Public tersebut diantaranya  kita dapat :

  • Membuat WebServer sendiri,
  • Membuat FTP Server sendiri,
  • Membuat VPN Server sendiri,
  • Membuat IP PBX Server sendiri dan lain-lain .

Sehingga tidak perlu keluar biaya yang lebih banyak untuk layanan hosting. Serta dengan server sendiri ini kita bisa membuat layanan Unlimited bandwith / quota, layanan Webserver unlimited space dan unlimited resource, memudahkan installasi maupun konfigurasi security-nya ( karena bukan shared hosting), dll. Karena untuk hardware-nya kita bisa provide sendiri sesuai keinginan kita dan sesuai budget yang kita miliki.

So… apa saja langkah-langkah agar kita bisa membangun layanan server sendiri tersebut???

Read the rest of this entry »