Archive for the ‘Networking’ Category

wifi-zone-icon

 

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

 

Berikut ini saya sharing Topologi dan Implementasi RT-Net + KOS-Net BONEX. Sebetulnya metode ini sudah sering saya gunakan namun tidak saya publish atau dijadikan artikel. Namun karena banyak teman-teman yang menanyakan soal ini maka kali ini saya angkat jadi satu artikel. Semoga bermanfaat bagi semuanya…

Tujuan dari artikel ini adalah agar kita bisa memanfaatkan ADSL Modem Wifi yang ingin kita sharing dengan Router Mikrotik ( Virtual ) tanpa perlu menambah Access Point.

1. Lakukan konfigurasi Modem ADSL seperti gambar dibawah ini. Misalnya IP LAN : 192.168.1.1. Jangan lupa matikan DHCP Server dimodem ADSL ini.

Modem-ADSL-Speedy-by-Nathan

( Catatan Khusus : Konfigurasi Modem ADSL sebagai PPPoE seperti ini akan membuat IP Public Dynamic ada di Modem. Namun pada modem saya, dengan konfigurasi ini juga bisa kita buat lagi Dial Up PPPoE di Mikrotik maupun di server kita. Artinya, kita bisa mendapatkan banyak IP Public dari sebuah koneksi langganan Telkom Speedy – 2014. Silahkan coba dan buktikan sendiri ).

2. Selanjutnya kita siapkan sebuah PC / Laptop dengan VMWare Workstation atau VirtualBox. Dan buat sebuah VM Mikrotik serta lakukan konfigurasi seperti gambar dibawah ini.

RT-NET + KOS-NET

3. Untuk kedua interface VM Mikrotik ( WAN & LAN ) bisa mengunakan mode Bridge keduanya ataupun NAT untuk WAN, Bridge untuk LAN. Serta buatlah DHCP Server di Mikrotik ini.

4. Selamat mencoba…

 

NOTE :

Spek PC untuk Virtualiasi harus proporsional alias “GAK BISA NGAWUR” alias bukan asal tancap gas. Tapi harus paham akan resource yang dimiliki dan performance yang bisa diberikan.

Berapa Core Processor, Ram, Hdd yang dimiliki, dan berapa resource VM ( OS, Aplikasi vCPU, vRam, vHdd, vNIC ) mesti yang relevan. Misalnya OS Win2012 ( 1 vCPU, 2GB vRam ) atau CentOS 7 ( 1 vCPU, 2GB vRam ) dijamin bakalan megap-megap. Kalo OS Win2003 ( 2 vCPU, 1GB vRam ) atau CentOS 6 ( 2 vCPU, 2GB vRam ) ini udah lumayan maknyus…

( Jangan lupa, jaga performance Host. Alokasi resource untuk OS Host juga harus relevan. Misalnya untuk Host OS Win7 alokasikan Ram 2 GB maka performance Host dan VM bakalan sinergi alias match alias lancar jaya ).

PAHAMI dan CATAT bahwa untuk implementasi Skala kecil, dapat mengunakan VMWare Workstation. Untuk skala menengah – besar, pake VMWare vSphere.

Advertisements

XPS-Ubuntu-Squid-Logo

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

SQUID PROXY SERVER adalah salah satu Proxy yang berfungsi untuk melakukan caching atau penyimpanan sementara akses internet oleh suatu client / user sehingga konten ini dapat dipergunakan oleh user lain sehingga dengan adanya caching ini user lain tersebut akan merasakan akses internet menjadi lebih cepat. ( Ya iya lah, lha wong sebagaian konten dari Webpage tersebut sudah ada dalam storage penyimpanan Proxy Server ini ).

Pada tutorial kali ini konsep desain atau topologi-nya adalah sebagai berikut :

  1. OS yang kita gunakan sebagai Proxy Server kali ini adalah Ubuntu Desktop 14.04.
  2. IP Address Ubuntu Proxy Server adalah 192.168.10.10. Proxy Server ini mendapatkan akses internet secara langsung dari Router atau Modem ADSL Router dengan IP Address : 192.168.10.1.
  3. Proxy Server ini berfungsi secara independen tanpa ada campur tangan dari Router Mikrotik ataupun Router lain. Pokoknya Proxy Server ini mendapatkan akses internet dari mana saja, termasuk apabila mengunakan Modem 3G atau ADSL secara langsung pada PC / Proxy Server ini.
  4. PC Client mendapatkan akses internet secara Direct dari Proxy Server tanpa perantara lain ataupun intervensi dari Router, Mikrotik, dll.

Perhatikan Topologi / gambar dibawah ini :

Layout-Desain-Network-Mikrotik-Router-With-Ubuntu-14.04-Proxy-Squid3-(Option-1)

 

(more…)

Brosur-Info-Workshop-BUILD-IP-PBX-SERVER-with-3CX-PHONE-SYSTEM-17-18-Mei-2014-Small

Brosur-Info-Workshop-CISCO-NETWORKING-for-CORPORATE-1-2-Mei-2014-Small

Cisco-Academy-XPS-Corporate-Network

Penulis artikel : Nathan Gusti Ryan

Semua orang koq bilang Cisco itu sulit…!!! Padahal… Cisco itu ya emang sulit dan tidak manusiawi… Tapi dengan beberapa tutorial Cisco Networking saya membuatnya menjadi lebih asyik dan lebih manusiawi…

Pada tutorial ini kita akan melakukan Installasi dan Konfigurasi CISCO CLOUD ROUTER 1000v dengan VMWare Workstation 10 ( vRouter ). Dalam artikel ini meliputi : Konsep, Desain dan Konfigurasi. Perhatikan dengan seksama dan pahami dengan baik Desain berikut ini :

Cisco-Cloud-Router-Concept

Pada tutorial ini, silahkan di catat lebih dulu desain IP Address untuk Cisco Cloud Router 1000v kita nanti :

192.168.222.2     = IP Modem / Gateway Internet.
192.168.222.102   = IP Port 1 -> WAN Router CCR 1000v.
192.168.102.1     = IP Port 2 -> IP Gateway LAN segmen 192.168.102.xxx.
192.168.103.1     = IP Port 3 -> IP Gateway LAN segmen 192.168.103.xxx.
192.168.104.1     = IP Port 4 -> IP Gateway LAN segmen 192.168.104.xxx.

(more…)

Cisco-Academy-XPS-Corporate-Network

Penulis artikel : Nathan Gusti Ryan

 

Pada tutorial ini kita akan membangun jaringan berskala Enterprise mengunakan Device Cisco Catalyst Switch yang mana didalam artikel ini meliputi : Konsep, Desain dan Simulasi Konfigurasi. Perhatikan dengan seksama dan pahami dengan baik Desain berikut ini :

XPS-Topology-Network-Cisco-VLAN-for-Corporate

Artikel ini berdasarkan real implementasi penulis, investasi networking yang dibutuhkan adalah :

– 1 unit Switch Cisco Catalyst Layer 3 ( C3650 harga Rp. 50 juta-an ).
– 4 unit Switch Cisco Catalyst Layer 2 ( C2960 harga 4 x Rp. 30 juta-an ).
– 8 unit SFP Transceiver Modules 1G / media untuk Backbone Fiber Optic ( harga 8 x Rp. 8 juta-an ).
– Alternatif penganti SFP Transceiver Modules bisa mengunakan Media Converter 1G ( harga 8 x Rp. 4 juta-an ).
Kabel Fiber Optic Single Mode, panjang secukupnya sesuai jarak antar gedung / antar  Switch ( harga US$ 4 – 5 /meter ).
– Tambahan : Wallmount Rack, FO Patch Panel, Cat6 Patch Panel, FO Patch Cord, dll.

Jika jarak antar Switch kurang dari 100 meter, bisa mengunakan kabel UTP Cat6. Untuk jarak lebih dari 100 meter, sebaiknya mengunakan kabel Fiber Optic. Kabel FO ada 1 kabel yang berisi 4 Core, 6 Core dan 8 Core. Satu Link membutuhkan 2 Core FO. Lalu berapa sich jarak kabel Fiber Optic itu? Perhatikan keterangan dibawah ini :

FO SINGLE MODE :
–> Data rates 10 Gbps dengan jarak > 80 km ( Standart ).
 
Kalo FO SINGLE MODE mengunakan Optical Amplifiers :
–> Data rates 10 Gbps dengan jarak > lebih dari 1000 Km.
–> Data rates 40 Gbps dengan jarak > jarak ratusan Km.
–> Data rates 100 Gbps dengan jarak kurang dari 10 Km.
 
FO MULTI MODE :
–> Data rates 40 Gbps sd 100 Gbps  dengan jarak > 125 m.
–> Data rates 10 Gbps dengan jarak > 300 m ( Standart ).
–> Data rates 10 Gbps dengan jarak > 550 m ( Standart ).
http://en.wikipedia.org/wiki/Single-mode_optical_fiber
http://en.wikipedia.org/wiki/Multi-mode_optical_fiber
http://www.cisco.com/c/en/us/products/interfaces-modules/100-gigabit-modules/index.html
http://www.cisco.com/c/en/us/products/interfaces-modules/transceiver-modules/index.html

Setelah paham dengan gambar desain diatas dan kebutuhan hardwre atau Active Device, kita akan melakukan konfigurasi dengan Simulasi mengunakan Cisco Packet Tracer versi 6 yang bisa di download link dibawah ini :

https://docs.google.com/uc?id=0B4CjGsNlfXWyRXUwSnNCT2pUT2M&export=download

(more…)

XPS-Windows-2012-Logo

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

 

Remote Desktop Service / Terminal Server adalah sebuah Server yang berfungsi sebagai Central Desktop dan Application yang mana dengan PC yang Low Spek-pun kita dapat memanfaatkannya sebagai mediator yang menjembatani akses ke Terminal Server. PC Client ini dapat berupa Windows ’98, Windows XP, Windows 7, Windows 8 bahkan Linux dan Mac OS X-pun dapat mengakses Terminal Server ini.

Selain benefit berupa pemanfaatan PC Low Spec dan Multi Platform OS Client, kita juga dapat lebih mudah dalam melakukan Maintenance System atau OS Client beserta aplikasi-nya cukup di 1 Server ini saja. Pemanfaaat lebih lanjut dapat kita lakukan konfigurasi Login Script maupun pemanfaatan akses RDS / TS via VPN.

(more…)

Windows-Server-XP-Solution

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

 Sebelum kita memulai installasi dan konfigurasi VPN Server pada Windows Server 2003, sebaiknya kita baca dulu diskusi tentang konsep VPN dan implementasi-nya pada artikel dibawah ini :

http://thinkxfree.wordpress.com/2011/06/13/sharing-diskusi-tentang-implementasi-vpn-untuk-secure-connection-akses-aplikasi-kantor-cabang-ke-kantor-pusat/

Okey, setalah memahami berbagai diskusi saya dengan berbagai customer pada artikel diatas, selanjutnya amati dan pahami tentang layout atau Topologi VPN Server -Client yang akan kita bahas dalam tutorial dibawah ini :

Layout-Desain-Network-with-VPN-Windows-Server-2003

Sekenario dan berbagai requirement yang kita persiapkan adalah sebagai berikut :

1. Kita buat sebuah Server Pertama dengan konfigurasi Role seabagai Active Directory / Domain Controller Server ( DCPROMO ) dengan IP Address Local : 192.168.10.10. Role yang install pada server pertama ini adalah AD / DC, DNS, DHCP, Terminal Services. User AD / DC kita gunakan sebagai User VPN ( Allow Dial In RRAS / VPN ). DHCP untuk optional jika kita gunakan sebagai IP Otomatis pada RRAS.

2. Kita buat Server Kedua yang berfungsi sebagai RRAS / VPN Server dengan konfigurasi Role RRAS saja. IP Address Local untuk  : 192.168.10.10. VPN Server ini tidak perlu menjadi AD / DC ( tidak perlu dilakukan DCPROMO ), cukup Join Domain lalu hostname-nya di set sebagai member Domain Controller Server.

3. Pada Server Kedua ini kita pasang 2 buah ethernet, satu koneksi ke untuk LAN dan satunya lagi untuk koneksi ke Modem ADSL. IP Address ethernet ke Modem ADSL adalah 192.168.1.5 ( harus 1 segmen dengan IP Address Modem ADSL ).

4. Kita siapkan Modem ADSL dengan IP Address : 192.168.1.1 dan modem ini di setting Bridge Mode. Karena Dial Up PPPoE akan di lakukan oleh Server kedua sehingga nantinya IP Public ada pada VPN Server.

5. Untuk Server System, kita bisa membuat Server sesuai kebutuhan kita. Misalnya ada FileServer, Database Server, WebServer, dll. Jadi tidak terbatas dan tidak terpaku pada contoh Layout pada tutorial ini.

(more…)

Proxmox-Logo-XPS

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

Setelah memahami konsep dari ProxMox 3.2 dan sudah melakukan installasi seperti pada tutorial sebelumnya ini :

http://thinkxfree.wordpress.com/2014/03/15/step-by-step-installasi-proxmox-3-2-untuk-membuat-virtualisasi-server/

Lalu berlanjut dengan artikel Installasi Mikrotik PC Router x86 pada ProxMox yang saya bilang dengan sebutan vMikrotik alias Virtual Mikrotik. Seperti artikel dibawah ini :

http://thinkxfree.wordpress.com/2014/03/15/step-by-step-installasi-mikrotik-router-x86-pada-proxmox-3-2-virtual-server/

Pada artikel ini kita akan Linux Ubuntu Server pada ProxMox 3.2 Virtual Server. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Siapkan bahan baku alias materialnya yang dapat kita download dari link di bawah ini atau dari warung sebelah rumah anda :

http://www.ubuntu.com/download/server

2. Pada menu utama ProxMox, klik menu Create VM.

Install-ProxMox-3.2-051 (more…)

Proxmox-Logo-XPS

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

Setelah memahami konsep dari ProxMox 3.2 dan sudah melakukan installasi seperti pada tutorial sebelumnya ini :

http://thinkxfree.wordpress.com/2014/03/15/step-by-step-installasi-proxmox-3-2-untuk-membuat-virtualisasi-server/

Lalu berlanjut dengan artikel Installasi Mikrotik PC Router x86 pada ProxMox yang saya bilang dengan sebutan vMikrotik alias Virtual Mikrotik. Seperti artikel dibawah ini :

http://thinkxfree.wordpress.com/2014/03/15/step-by-step-installasi-mikrotik-router-x86-pada-proxmox-3-2-virtual-server/

Pada artikel ini kita akan Linux Ubuntu Server pada ProxMox 3.2 Virtual Server. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Siapkan bahan baku alias materialnya yang dapat kita download dari link di bawah ini atau dari warung sebelah rumah anda :

http://www.ubuntu.com/download/server

2. Pada menu utama ProxMox, klik menu Create VM.

Install-ProxMox-3.2-051 (more…)